Forum Kakak Asuh (FKA)
FKA didirikan pada tahun 2005 dibawah kepemimpinan Presiden KM Anam dan diketaui pertama kali oleh Yanuar M Marda (PN 03). Fungsi awalnya sebagai lembaga yang memberikan donasi kepada anak-anak pegawai ITB yang kurang mampu. Pada kepengurusan berikutnya, FKA yang dipimpin oleh Widya Purnomowati (TL 05) melakukan kegiatan tambahan berupa pengajaran materi sekolah kepada anak-anak tersebut. Pada kepengurusan Young Othiwi (BI 07), fungsi dan kegiatan FKA perlahan berubah. FKA mulai mencari adik-adik asuh baru di daerah Babakan Siliwangi dan tidak lagi mengajarkan pendidikan formal, melainkan fun learning (penyampaian materi dengan cara aplikatif yaitu dengan cara bermain). Untuk menambah kedinamisan belajar, pengajaran pun dilakukan di berbagai tempat seperti di kampus, baksil, masjid, sampai di rumah Pak RT. Selain itu, fungsi dari FKA juga mengadakan forum antara himpunan di ITB yang memiliki program adik asuh.



Rumah Belajar (Rubel)
Rumah Belajar KM ITB didirikan pada tahun 2008 di bawah kepemimpinan presiden KM Zulkaida Akbar. Kepala sekolah pertamanya adalah Lizi Luziana Zaenufar (FI 04) dan kepengurusan berikutnya Kepala sekolah berikutnya adalah Anggia Riksa Ramadhan (FI 05). Rumah Belajar memiliki bangunan di Jl. Sangkuriang 19A kota Bandung. Target peserta didiknya adalah anak-anak golongan ekonomi rendah memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi dirinya. Saat ini sebagian besar peserta didik berasal dari masyarakat sekitar Sangkuriang. Rubel terus bereksperimen dalam mencari pola pengajaran yang ideal sesuai dengan potensi kecerdasan anak didik. Rubel pun tidak mengacu kepada salah satu program pendidikan informal yang diselenggarakan pemerintah seperti program paket, pendidikan anak usia dini, dll. Walaupun demikian, diharapkan dengan beraktifitas di Rubel dapat memberikan implikasi positif untuk peserta didik yang bersekolah di Sekolah formal.

FKA + Rubel = Skhole
Seiring berjalannya waktu, konsep FKA dan Rubel ini mengalami penyempitan cakupan bidang dan kegiatan. Yang paling mendasar adalah keduanya sama-sama bergerak di bidang pendidikan. Maka, Departemen Pengabdian Masyarakat KM ITB periode 2009-2010 memutuskan untuk menggabungkan keduanya di bawah satu lembaga bernama Skhole. Harapannya, lembaga gabungan ini dapat lebih fokus untuk melakukan inovasi-inovasi di bidang pendidikan.